Sebagian orang memilih negara yang dikunjungi karena negara itu punya pantai yang indah misalnya. Atau mungkin negara tersebut memiliki reputasi sebagai surga belanja, atau mungkin juga surga dugem. Itu sih sah-sah saja menurut saya. Bagi saya, negara-negara yang termasuk di urutan teratas daftar "Must-See Countries" saya justru adalah negara-negara mini atau disebut juga microstate. Semakin mungil ukuran suatu negara semakin tertarik bagi saya untuk mengunjunginya. Benua Eropa termasuk yang punya cukup banyak negara mini, bahkan 5 dari 10 negara terkecil di dunia terletak di benua biru ini.
Luxembourg bisa jadi negara mini yang terpenting di Eropa. Negar
a yang letaknya 'terjepit' di antara Prancis, Belgia dan Jerman ini saya bilang penting karena meski luasnya hanya 2.586,4 km persegi (kira-kira setengah luas pulau Bali) dan berpenduduk sekitar 480 ribu jiwa, Luxembourg ini merupakan salah satu negara pendiri Uni Eropa, dan bahkan visa bersama Eropa yang dikenal dengan Schengen ini mengadopsi nama salah satu desa di Luxembourg di mana kesepakatan visa bersama ini dibuat.Alasan saya ke Luxembourg sebenarnya juga ingin mengunjungi seorang sahabat pena saya namanya Marie-Josée (sebut saja MJ). Saat itu tahun 1997 dan saya memberitahu MJ bahwa saya akan mampir ke Luxembourg dalam perjalanan saya backpacking keliling Eropa Barat. Namun selain ancar-ancar tanggal kunjungan saya yang saya berikan kepada MJ dan alamat MJ yang memang saya sudah punya (iyalah, dulu kan sahabat pena masih melalui pos bukan email seperti sekarang ini), saya lupa atau tidak sempat menanyakan nomor telpon MJ untuk mengatur cara bertemu. Ya sudah, untung-untungan saja saya pikir, kalau memang 'jodoh' pasti ketemu.
Akhirnya tibalah saya di Luxembourg sesuai rencana dengan kereta via Prancis. Karena sudah 'pasrah' kemungkinan tipis sekali ketemu MJ, maka saya tidak punya ekspektasi apapun di sana selain ya untuk sightseeing. Selagi enak-enaknya makan siang di restoran McDonald's (maklumlah turis 'tongpis'!) yang letaknya di tengah-tengah kota, tiba-tiba saya dihampiri seorang ibu-ibu. Saya tidak mengerti dia ngomong apa tapi betapa terkejutnya saya ketika saya lihat di tangannya ternyata ada foto saya! Ya, persis, itu foto diri yang saya kirimkan kepada MJ! Wow, ternyata ibu-ibu ini adalah ibunya MJ! Begitu saya bilang "yes, that's me!", ibu-ibu itu langsung memanggil anaknya, ya teman saya si MJ itu! Benar-benar pertemuan yang tidak disangka!
Kami pun ngobrol dan dari situ ketahuan bahwa si MJ dan Ibunya sebelum mampir ke McDonald's sempat ke airport dulu namun karena tidak ada tanda-tanda kedatangan saya akhirnya mereka ke pusat kota - ke tempat yang ternyata almost certain akan dikunjungi turis asing - ya restoran McDonald's itu! Wah, coba bayangkan kalau mau ketemu orang dengan cara seperti ini di Jakarta, apa ya nggak ke laut aja!
Akhirnya saya diajak MJ dan Ibunya jalan-jalan keliling kota Luxembourg yang meski mungil namun cukup cantik. Sebelum saya lanjut sore harinya dengan kereta api ke Belgia, saya pun dihadiahi sebuah kaus bertuliskan "Luxembourg". Wow!
No comments:
Post a Comment