(Robert Louis Stevenson)
Di kelas bahasa Prancis terakhir sebelum libur Idul Fitri, instruktur mengajak diskusi mengenai hasil sebuah survey yang menanyakan "kebohongan apa yang paling dibenci oleh orang Prancis?". Di antara jawaban yang terkumpul ada "jika pasangan berbohong kepada Anda mengenai orang ketiga", "jika anak berbohong kepada Anda mengenai hasil sekolahnya", dan "jika Anda berbohong di tempat kerja demi keuntungan pribadi". Jawaban yang diberikan rekan-rekan saya di kelas bermacam-macam, malah akibat jawaban saya, instruktur menjuluki saya "kolot" (well, I'm not gonna tell you which lie ticks me off the most although I'm sure you can guess that already ;-)). Tapi, surprisingly, bukan salah satu jawaban yang sudah saya sebut di atas yang menduduki peringkat pertama. Kurang lebih 76% orang Prancis yang menjadi responden survey tersebut mengatakan bahwa kebohongan yang paling mereka benci adalah "jika dibohongi penjual mengenai kualitas barang yang dijual." Whoa, I really didn't see that coming!
Saya sempat nyeletuk bahwa mungkin mereka menyebut seperti itu karena orang Prancis belum pernah belanja di Asia atau di Timur Tengah. Iyalah, kalau tidak pintar-pintar memilih saat berbelanja di negara-negara ini, pasti bakalan kecewa karena ditipu pedagang. Pengalaman saya berikut ternyata tidak saja membuktikan hal tersebut, namun juga membuat saya berpikir mungkin ada benarnya jawaban sebagian besar orang Prancis pada survey kebohongan tersebut ...
Hari Senin, 29 September, seperti kebiasaan saya yang sudah-sudah, saya ingin mentraktir Lukas, couchsurfer dari Jerman yang tinggal di tempat saya, berhubung sebentar lagi dia akan pulang ke negaranya. Kebetulan saya ingat bahwa setiap hari Senin dan Rabu di bulan September, restoran Izzi Pizza memberikan diskon 75% yang menurut saya cukup fantastis! Memang restoran Izzi Pizza sering menawarkan diskon yang menurut saya cukup sayang untuk dilewatkan, dan saya pun sudah berulang kali memanfaatkannya, mulai dari diskon khusus pemegang kartu kredit Bank Mandiri, hingga yang sebelum ini diskon 50% khusus makanan.
Saya memilih restoran Izzi Pizza di Pondok Indah Plaza yang memang jaraknya terdekat dari rumah saya, dan kebetulan juga abang saya saat itu sedang dirawat di RSPI yang letaknya hanya berseberangan dari situ sehingga membuat lokasinya sangat convenient. Selain Lukas, Ibu juga saya ajak ke acara makan malam itu.
Setelah duduk, saya mengingatkan waiter bahwa saya mau memanfaatkan promosi diskon 75%. Saya diberitahu bahwa diskon hanya berlaku untuk makanan saja, dengan catatan satu makanan satu minuman, dan minimuan pembelian Rp200 ribu, yang langsung saya iyakan. Toh, saya pikir harga makanan yang setelah didiskon dengan minuman yang harga penuh totalnya masih akan tetap reasonable. Kami diberikan dua jenis menu, menu normal dan yang lainnya menurut waiter adalah harga-harga makanan yang telah didiskon (saya pikir baik juga pihak restoran membuatkan menu khusus sehingga pengunjung tidak perlu capek berhitung). Akhirnya kami memutuskan membeli dua jenis pizza dan satu sup untuk Ibu. Dengan harga promosi saya perkirakan, total bill yang nanti harus dibayar tidak lebih dari Rp120 ribu.
Setelah makan (dan foto-foto perpisahan), saya pun meminta bill. Betapa terkejutnya saya bahwa perhitungan saya tadi meleset jauh karena total bill yang harus dibayar ternyata sekitar Rp218 ribu! Ketika saya menanyakan hal tersebut ternyata dari dua yang saya pesan, hanya satu pizza yang didiskon 75%, begitupula sup yang Ibu saya pesan tidak didiskon karena alasannya makanan tersebut tidak tertera di menu diskon. Jelas, saya merasa tertipu karena ketika saya hendak memesan diberitahu bahwa 75% hanya berlaku untuk makanan - that's all - dan tidak ada penjelasan bahwa makanan yang didiskon hanya yang tertera di menu dengan harga yang didiskon.
Jelas saya merasa dongkol karena sudah dibohongi, tapi tant pis, pizza sudah keburu masuk perut. Setelah beradu argumen dengan manajer akhirnya dengan berat hati saya membayar bill. Mungkin jumlah yang saya bayar pada akhirnya memang tidak terlalu besar (saya pernah mentraktir orang makan malam Rp500 ribu untuk berdua - tapi mungkin beda because I was on a date, hehe :-)), tapi ya perasaan kecewa saya itu tentunya tidak dapat diukur dengan materi. Oh well, I guess in this case I have to give it to the French, it sucks to have been lied to - especially by your vendor!
1 comment:
hi jar,
how is it going in indonesia?
glad to know that u get a bog. fortunately, it is not in eng.
leo
Post a Comment