Friday, September 5, 2008

Welcome and Let the Journey Begin ...

A journey of a thousand miles begins with one small step.

First of all, apologies to those thinking that this blog might come entirely in English. The truth is I would love to but I've decided to write it in the language I know best: Bahasa Indonesia. If you don't happen to understand it, then no need to worry since experts said that Bahasa Indonesia is actually among the easiest languages to learn in the world ... :-)

Anyway, this is actually not my first attempt at writing a travel blog, instead it's more like my second (the first one you can actually still see it in the virtual world - IF you know where to look ;-)) Lalu, kenapa baru sekarang? Well, sebenarnya ada beberapa alasan. Pertama, sedari kecil saya memang pelahap buku-buku travelwriting. I grew up reading buku-buku perjalanan karya H.O.K. Tanzil yang sampai sekarang nampaknya tak tergoyahkan sebagai the best traveled person in Indonesia. Dari membaca karya-karya beliau saya pun terinspirasi untuk menjadi pelanglang dunia suatu hari, dan menuangkan pengalaman saya agar dapat di-share dengan orang lain. Sampai saat ini buku-buku travelwriting (di samping travel guides) mendominasi uku-buku koleksi saya. Saya sendiri heran karena saya tidak pernah tahan membaca novel-novel non-fiksi, betapapun terkenalnya mereka (that's why I was glad they decided to turn "Lord of the Rings" into films - sampai saat ini film itu masih jadi all-time favorit saya).

Kedua, saya memang dari kecil suka menulis. Sewaktu bekerja di majalah Tempo edisi Bahasa Inggris, atas inisiatif saya diciptakanlah kolom "Travel Spot". Selamat beberapa bulan pertama pertama sayalah yang menjadi reporter sekaligus editor kolom tersebut sebelum akhirnya 'diserahkan' kepada travelwriter profesional Bill Dalton (mungkin juga itu termasuk alasan saya mundur dari sana). Namun masalah terbesar saya semenjak itu adalah meskipun saya selalu memiliki niat untuk menulis pengalaman saya sekembalinya dari suatu perjalanan, namun hal itu nampaknya susah sekali terealisasikan, entah karena kesibukan pekerjaan (salah saya sendiri juga kembali dari perjalanan selalu mepet-mepet dengan waktu saya harus kembali ke pekerjaan), atau ya karena tidak ada motivasi alias MALAS. Sayang juga karena dari tahun ke tahun, semakin banyak tempat yang saya jelajahi berarti makin banyak pula bahan tulisan yang terkumpul.

Ketiga, hari ini saya mendapatkan pengalaman yang cukup eye-opening. Sebuah buku yang ditulis oleh sesama penggemar traveling mengilhami saya untuk segera menuangkan pengalaman saya ke dalam tulisan. Mungkin saya selama ini terpaku pada pakem penulisan macam diary à la idola saya H.O.K. Tanzil, sekarang saya akan mencoba 'membebaskan diri' dan menulis berdasarkan random subject saja tidak peduli apakah urut waktu atau tidak. Mungkin nanti hasilnya akan seperti tulisan-tulisan anecdotal à la Tim Cahill (bukan, bukan pemain bola), penulis antara lain "Wolverine is Eating My Leg", "Pass the Butterworm", dll, yang buku-bukunya juga saya koleksi. Anyway, pengalaman saya hari ini tersebut mengingatkan saya bahwa menulis itu tidak susah, dan kalau saya mau, saya pun bisa memulainya saat ini juga, and that's exactly what I'm doing.

Just to give you an idea, kebanyakan dari tulisan-tulisan saya ini didasari pengalaman-pengalaman saya traveling baik di Indonesia maupun luar negeri, kira-kira mulai tahun 1997 (sebelum itu saya juga sudah traveling tapi ya karena faktor "U", unfortunately banyak detail perjalanan saya sebelum itu yang saya sudah banyak lupa dan selain itu tentunya juga sudah tidak up-to-date lagi). Selain itu, saya juga akan memasukkan beberapa cerita yang memang bukan traveling per sé, tapi masih ada hubungannya lah. Besides, it's my blog so suka-suka gue lah, hehehe :-)

Anyway, sit back, relax and let the journey begin ...

No comments: